A.Latar Belakang Masalah
Sejak zaman
prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia di kenal sebagai pelayar-pelayar yang
sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad Masehi sudah ada rute-rute
pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di
Asia Tenggara.
Bahkan dua
abad sebelum Masehi, Indonesia (Kepulauan Nusantara) khususnya Sumatera telah dikenal dalam peta dunia masa itu.
Peta dunia tertua yang di susun oleh Claudius Ptolemaeus, seorang gubernur KerajaanYunani
yang berkedudukan di Alexandria (Mesir),
menyusun peta berjudul geographyle
telah menyebut dan memasukan Nusantara dengan sebutan Barousai. Yang dimaksud
tentunya pantai barat Sumatera yang kaya
akan kapur barus.[1]
