Saya bernama Arwina, putri ketiga dari empat bersaudara pasangan suami istri Bapak Supriono dan Ibu Sri Hariati. Saya dilahirkan ke dunia ini pada Hari Senin, tanggal 07 Juni 1999 di Desa Panaragan Jaya Indah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung dengan selamat dan berada ditengah-tengah keluarga muslim yang harmonis.
Saya menamatkan Sekolah Dasar di SDN 04
Panaragan Jaya pada tahun 2011, kemudian melanjutkan belajar di MTs. Darul Ulum
Panaragan Jaya, sekolah yang berada dibawah naungan PonPes Darul Hidayah
Al-Anshori Tulang Bawang Barat. Setelah lulus dari Madrasah Tsanawiyah, saya
memiliki keinginan untuk melanjutkan belajar ke salah satu Pondok Pesantren
terbesar di Jawa Timur, yaitu PP Lirboyo Kediri. Pada tahun 2017 saya lulus
dari di MA Al-Mahrusiyah Lirboyo, dan melanjutkan kuliah di Institut Agama
Islam Tribakti Kediri dengan mengambil jurusan Ahwal Al-Syakhsyiyyah (Hukum
Keluarga Islam) dan lulus pada tahun 2021.
Sebagai seorang santri dan mahasiswa, saya
ikut berperan aktif di beberapa organisasi pondok dan kampus. Semasa nyantri,
saya mendapat amanah untuk menjadi tim Pers Mahrusy, yaitu tim Media Resmi
Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo. Selain itu, saya juga aktif di
organisasi internal kampus yaitu Lembaga Pers dan Penelitian Mahasiswa (LP2M)
Corong Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
Karakter dan Kompetensi
Aktif di kegiatan organisasi pondok dan
kampus membuat saya dikenal sebagai seseorang yang humble, kreatif,
komunikatif, interaktif, dan mudah membawa diri. Terlebih dalam berperan
sebagai tim media pondok pesantren, membuat saya mempelajari dan mendalami ilmu
kejurnalistikan dan literasi baik di ruang pesantren maupun akademik.
Berangkat dari sinilah, saya mencintai
dunia literasi terutama membaca buku dan menulis. Sebagai anggota pers mahasiswa, saya sudah
terbiasa menulis beberapa laporan kegiatan dan jurnal penelitian ilmiah di
kampus. Itu sebabnya saya merasa memiliki kompetensi dalam bidang kepenulisan,
khususnya artikel dan opini.
Selain dunia kepenulisan, saya juga
mencintai dunia seni khususnya seni tari. Sehingga membaca buku menjadi salah
satu hobi saya. Selama saya kuliah dan mondok, saya sempat beberapa kali tampil
menari berkelompok di acara dies-maulidiyah kampus. Dari sini saya merasa
memiliki jiwa seni dan ada panggilan tersendiri dalam hati untuk melestarikan
seni sebagai budaya dan tradisi di Indonesia, dan literasi sebagai budaya yang
harus ditanamkan kepada generasi selanjutnya.
Cita-cita Perubahan Yang Ingin Saya Capai
Derasnya arus digitalisasi dan modernisasi dewasa
ini, membawa perubahan yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan
masyarakat, terutama pemuda. Jika hal ini tidak dibarengi dengan penanaman
Pendidikan karakter dan literasi, tentu perubahan ini akan membawa dampak
negatif bagi kehidupan kita.
Terlebih bagi Negara Indonesia yang
memiliki banyak keberagaman suku, ras, budaya, dan Bahasa. Tentunya melek
budaya literasi menjadi hal yang sangat penting untuk ditanamkan kepada kita
semua, khususnya pemuda. Dengan menanamkan budaya literasi dan mencintai seni
kepada kaum muda, harapannya kedepan akan membawa kemajuan dan perubahan
kualitas intelektualitas penerus bangsa ini.
Cara Mencapai Cita-cita Perubahan
Untuk mencapai perubahan kualitas
intelektualitas kepada kaum muda saat ini, tentunya saya akan memulai dari diri
saya sendiri. Kita tidak mungkin dapat menciptakan sebuah perubahan besar
apabila tidak memulainya dari diri kita sendiri.
Hal pertama yang saya lakukan adalah
memulai dari diri saya sendiri, karena saya hobi membaca buku, saya akan
menciptakan lingkungan membaca di sekitar saya. Sejauh ini, yang pernah saya
lakukan adalah membaca buku Bersama teman-teman kuliah saya, kemudian
mendiskusikannya bersama-sama. Hal ini bisa dikatakan seperti memulai dari
komunitas kecil, yang berawal dari beberapa orang saja, kemudian meluas ke
kelompok besar dan organisasi.
Langkah selanjutnya yang harus dilakukan
adalaah mengajak dan mempengaruhi orang lain untuk ikut mencintai dunia
literasi yang sudah terlebih dulu saya mulai dari diri saya. Beberapa cara lain
yang saya lakukan adalah dengan bergabung di komunitas dan organisasi yang
mewadahi pengembangan nalar intelektual kritis saya. Hal ini tidak lain saya
lakukan karena ingin mencapai cita-cita saya untuk menciptakan perubahan
kualitas intelektulitas generasi penerus bangs aini, termasuk saya pribadi.
No comments:
Post a Comment