Friday, March 27, 2026

Perjalanan MengASIhi, Sebagai Ayah dan Ibu

 

Siapa bilang perjalanan mengASIhi itu hanya sekedar antara Ibu dan bayi? Kenyataannya, mengasihi itu antara Ayah, Ibu, baru kemudian dapat berhasil memberikan ASI yang terbaik kepada bayi, anak kita.

Perjalanan MengASIhi itu dimulai dari niat dan mindset. Hal ini adalah keputusan bersama yang dibuat oleh Ayah dan Ibu. Seorang Ibu tidak akan berhasil berjuang sendiri memberikan ASI tanpa ada dukungan dan bantuan dari Ayah sang bayi.

Perjuangan memberikan ASI tidak bisa dibilang mudah, tapi sulit juga tidak terlalu. Berhasil memberikan ASI menurutku adalah sebuah keterampilan, baik secara biologis dan juga praktis.

We Are Parents, Welcome to The World Our Precious Baby

 

Perjalanan kami menjadi orang tua sangat singkat. Secepat itu Allah memberikan karunia terindahnya dalam kehidupan kami, keturunan.

Putra pertama kami lahir di tahun 2024 dengan segala perjuangan berat yang kami lalui. Ia adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk menjadi cahaya dalam kehidupan kami. 

Perjalananku melalui masa kehamilan hingga persalinan bukanlah hal yang mudah. Aku dan suamiku hanya tinggal berdua tanpa orang tua kami di sisi kami. Mereka sama sama hidup di perantauan.

Monday, April 24, 2023

Obrolan kami soal diri

 

Soal Analisis Diri

Mulai malam ini kami mempunyai aktifitas baru, yaitu mengobrol. Tapi yang menjadi obrolan kami bukanlah topik-topik biasa. Kami mengobrolkan berbagai macam topik keren, bahkan terkadang mendekati ilmiah tapi tidak teoritis sama sekali.

Malam pertama kami mengobrol, pembahasannya adalah tentang analisis diri. Kenapa aku memilih analisis diri sebagai topik pertama yang hendak kami obrolkan? Karena dengan menganalisis diri, kami jadi mengenal diri sebagai manusia yang utuh, sadar, berakal, dan berpikir.

Asing

 


Sebangunku pagi ini, tersadar bahwa dunia masih gelap. Ya mungkin karena memang lampu kamar masih mati dan tirai jendela belum tersibak. Dering alarm dari smartphone yang tidak bersuara karena ku nyalakan mode jangan ganggu sejak semalam. Rentetan pesan-pesan singkat dari email dan whatsapp tak kunjung aku buka karena malas dan tiada keinginan. Ku buka mata dengan berat karena masih tersisa sakit di kepala mencegah untuk bangkit. Ku ubah pola tidur menghadap ke bingkai jendela yang tidak menampakkan cahaya matahari. Padahal ku lirik layar gawai sudah menunjukkan pukul 06.30, dimana diluar sana silau matahari sudah berpendar. Mengingat pesan-pesan yang tak kunjung aku buka dan membalasnya, biarkan mereka menunggu pikirku.

Ku bawa tubuh untuk terbangun dari tempat tidur, mencari jepit dibawah kaca dan merapihkan rambut panjangku. Kuraih handuk dengan malas dan mencari pembalut lalu masuk ke kamar mandi.

Terjemah Aksara Malam I

  Malam hari, 29 Juni 2021

Seperti malam malam sebelumnya, yaitu sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di tempat ini dan mengenal Romo. Begitu panggilan akrabku kepada beliau. Layaknya seorang anak memanggil ayahnya. Tapi peletakan panggilan dengan istilah Romo ini lebih umum didengar sebagai panggilan Pastur bagi umat kristiani. Tapi aku punya arti sendiri untuk panggilan Romo versiku.

Aku tidak ingin mengenalkan Romo kepada kalian, tapi aksara-aksara dan bahasanya lah yang ingin aku ceritakan. Tujuanku hanya satu, aku ingin membagikan kesederhanaan berpikir dan bertindak yang Romo ceritakan kepada ku. Aku memilih menggunakan istilah “bercerita” karena aku tahu, kalian mungkin lebih dapat menerimanya.

Tuesday, April 18, 2023

Mimpi Buruk

 


Aku ingat, hari ini 18 April itu artinya saatnya aku check-up ke Dokter Orthopedi. Dokter spesialis tulang yang menangani diriku sejak kecelakaan itu menimpaku. Entah apa yang membuat aku berat untuk bertemu dokter itu hari ini. terasa ada hal yang mencegahku untuk datang kepadanya untuk memeriksa perkembangan kesehatanku.

Aku malah merebahkan tubuh. Sambil merasakan ngilu di tulang perut bagian kananku. Aku harus berdamai, aku harus berdamai, akku harus menerima takdir ini, aku harus menikmati rasa sakit ini. berualang-ulang kali aku rapalkan mantra ini. kuulangi lagi, lagi dan lagi sampai sakit yang begitu parah ini tidak aku rasakan lagi.

Friday, April 14, 2023

Kesempatan Hidup Kedua (part II)

Seketika semuanya gelap. Terakhir yang aku lihat jalanan macet, mobil dan motor saling beradu klakson kendaraan mereka masing-masing, dipinggir jalan beberapa warga berteriak histeris akibat kecelakaan di perempatan lampu merah ditengah derasnya hujan sore itu.

Terakhir yang aku dengar, suara bising warga memanggil ambulans UGD RSUD. Setelah aku sadar, ingatan pertamaku adalah pada sepeda motorku. Aku ingat bahwa motorku cicilannya belum lunas. Warga sekitar tang mengerumuni aku bertanya-tanya, dimana keluarga ku, rumahku, luka-luka ku.