Monday, August 22, 2022

Mengapa Memilih Menjadi Sarjana Hukum?

Beberapa orang dekat di lingkunganku sudah tidak banyak lagi menanyakan sebuah alasan mengapa aku memilih mengambil jurusan hukum ketika kuliah. tapi setiap orang baru yang aku temui, kemudian mereka berkenalan denganku, kemudian berbagi cerita dan pengalaman, tentu hal ini menjadi pertanyaan wajib dan pokok bagi mereka.

Sejak lulus Madrasah Aliyah, aku bercita-cita untuk melanjutkan pendidikanku di Pondok Pesantren saja, khususnya untuk menghafal Al-Qur'an. Rencanaku ini dilatarbelakangi dengan pemilihian jurusan peminatan keagaaman ketika di bangku Madrasah Aliyah. Salah satu mata pelajaran terfavoritku di bangku MA dulu adalah mata pelajaran Ilmu Tafsir. Sebuah ilmu tentang penafsiran ayat-ayat suci Al-Qur'an berikut dengan penjelasan dan asbabun nuzul ayat. Inilah yang melatarbelakangi niatku untuk melanjutkan belajar menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Saturday, February 5, 2022

Sekolah Pemikiran Perempuan


Dalam mempelajari sebuah pemikiran dan pemahaman baru, saya rasa setiap orang pasti memiliki alasan yang berbeda-beda, termasuk pemikiran perempuan. Dalam tulisan ini saya akan membahas alasan saya mengapa ingin mengikuti Sekolah Pemikiran Perempuan. Dalam mengambil sebuah tindakan, tentu ada suatu kejadian atau fenomena yang menjadi dasar dan melatarbelakangi seseorang dalam mengambil sebuah tindakan.

Tentu saya akan menjelaskan fenomena/kejadian yang terjadi di masa lampau sehingga menyebabkan saya harus melakukan sebuah tindakan hari ini, yaitu mempelajari pemikiran perempuan.

Tuesday, January 25, 2022

The Power of Social Media

Hari ini media sosial menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan kita sehari-hari. Karena berbagai macam fungsi, fitur, dan fasilitas yang ditawarkannya demi menunjang kebutuhan manusia. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai platform digital yang digunakan untuk berkomunikasi. Melainkan juga sebagai sumber arus informasi di era modern ini. Karena fungsi dan kebutuhan manusia terhadap platform media sosial ini semakin hari semakin banyak, maka keberadaannya menjadi sangat penting bagi sebagian besar masyarakat.

Sunday, January 16, 2022

Tangis Negeriku

 


Inilah aku, di Negeri tercintaku Indonesia Raya

Dimana para pemuda diajarkan menjadi kaya

Dimana kami dididik untuk menikmati hasil produk kapitalis

Dimana kami disekolahkan supaya menjadi mata duitan

 

Indonesia, Bahasa, dan Media Sosial

Di misi Minggu ke delapan di kelas pemikiran Gusdur ini, kami diminta untuk menulis tentang Indonesia di media sosial hari ini. Sebuah tajuk wacana yang sangat menarik menurutku. Bagaimana tidak? Saya rasa hari ini seluruh masyarakat Indonesia tidak ada yang tidak melek internet. Menarik bukan? Bahkan hampir seluruh kalangan usia termasuk anak-anak  sudah dapat menggunakan dan mengakses internet.

Wednesday, January 12, 2022

Peran Jaringan Gusdurian dalam menegakkan Hak dan Kewajiban bagi sesama warga Negara Indonesia

Membicarakan Indonesia bukanlah pembahasan yang singkat. Negara kepulauan yang menyimpan beribu keindahan alam dan keunikan warisan budaya leluhur. Bangsa yang menerapkan system demokrasi dalam pemerintahannya. Negara yang kaya sumber daya alam dan ragam hayatinya. Serta negara yang dihuni oleh beragam suku, budaya, ras dan agama yang dapat hidup berdampingan dengan damai didalamnya.

Kopi, buku, dan tansu

Sudah beberapa purnama aku tinggal di atas tanah ini, kampung kecil yang akrab disebut Kampung Inggris. Sebuah desa yang memiliki sejarah Panjang hingga penyebutan Namanya dikenal banyak orang sebagai Kampung Inggris. Satu-satunya tempat yang memiliki banyak Lembaga kursus Bahasa Inggris dan beberapa Bahasa Asing lain yang hanya ada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Tanah Petani

 

Pagi membuka mata harap besar pada dunia

Agar langkah berjalan membuahkan hasil melimpah

Jalan yang kutempuh tidaklah halus

Tapi terjal macam anak panah

 

Sebatas Mimpi

 

Hari ini aku kembali bermimpi tentangmu

Rasanya mimpi itu kian nyata

Kita berjalan dan bergandeng tangan dengan mesra

Menyusuri hamparan pasir putih setapak demi setapak

Hanya berdua dan tiada yang lain

Harapan

 

Kini tak lagi seperti dulu

Saat aku masih bersamamu

Walau kita terpisah oleh jarak yang jauh

Oleh waktu yang semakin berlalu

Untuk mengejar apa yang kita tuju

Hanya maaf yang dapat terangkai untukmu

Selamat Tinggal

 Teruntuk ia yang selalu aku perhatikan

Namun sedikitpun tak pernah memperhatikanku

Yang selalu aku impikan

Namun sekalipun tak pernah mengimpikanku dalam hidupnya

Yang selalu aku sayang

Namun tak pernah menyayangiku

Aku dan rasa

 

Aku

Aku adalah segala rasa

Aku bisa jadi tawa

Aku bisa jadi bahagia

Aku bisa jadi luka

Syahdu

Hai bintang malam

Indah nian cahaya terangmu

Bersembunyi mempesona dengan malu-malu

Berkenankah kau temani aku??

 

Kemenangan

Kebosanan yang menipu pendengaran

Lelah mendengar pembicaraan

Keikhlasan langkah yang telah pudar

Tak henti menyekap dan mengejar

 

Pilu

 

Dalam sepi rintihan kalbu

Mendengarkan senyap suara menderu

Dalam keheningan yang kian menyapu

Tak luput ingatan goresan luka masa lalu

 

Angkara

 Seruas yang kunikmati denganmu malam itu,

Berangsur-angsur menjelma menjadi puisi,

Kata yang berbakti pada sang penulis,

Setiap kali pena dijatuhkan,

saat itu pula puisi hidup dan memiliki makna,

Meski hanya sebatas jejeran kata tak berperasan

yang dicoretkan kekasihnya,

Monday, January 10, 2022

Gusdur dan Gusdurian


Ketika mendengar nama Gusdur, bukanlah nama yang asing lagi di telinga saya, khususnya di panggung politik Indonesia. Bagi saya yang lahur di tahun 1999, nama Tokoh Gusdur sangat erat kaitannya dengan pergolakan politik di Indonesia pada saat itu. Terlebih pasca jatuhnya rezim Soeharto, peralihan masa orde baru menuju orde reformasi memungkinkan masyarakat Mengidealkan demokrasi, terbuka, egaliter dan bebas dari hegemoni dan kekuasaan.