Lara Croft adalah tokoh perempuan dalam serial game
virtual yang diciptakan dalam permainan komputer Thomb Rider. Dalam perannya,
Lara Croft digambarkan sebagai sosok perempuan yang hebat, kuat, mandiri, dan
penuh sensual. Tokoh yang diciptakan sebagai pop icon ini, telah dirilis mulai
tahun 2001 dan 2003. Lara dianggap sebagai icon perempuan modern zaman
sekarang. Karakternya mampu memecahkan banyak persoalan tanpa bantuan kekuatan
super. Lara merupakan citra perempuan modern, berpendidikan tinggi, petualang
liberal, dan memiliki kemandirian serta kekuatan yang membuatnya semakin setara
dengan laki-laki.
Otobiografi Lara
Croft, ia digambarkan sebagai sosok perempuan yang berasal dari kalangan
menengah keatas, berpendidikan tinggi, secara fisik terlihat sangat prima dan
dia adalah orang yang mampu menentukan sendiri pilihan dan jalan hidupnya. Semua
karakter ini adalah karakter yang bernilai tinggi dalam kehidupan perempuan
dalam masyarakat modern.
Perempuan, terutama banyak yang ingin dapat tampil
seperti ini. Lara berada dipuncak kemampuan sebagai karakter dan tokoh
perempuan. Dia dapat menentukan apapun yang dia inginkan, tidak terikat atau
dapat dikendalikan oleh orang lain. Tetapi, ibarat sebuah konsekuensi, ia juga
hidup sebatang kara karena tidak memiliki social network.
Di satu sisi, Lara menampilkan idealisasi kaum feminisme
karena merepresentasikan kesetaraan kemampuan antara kaum laki-laki dan
perempuan. Tapi disisi lain ia sekaligus dapat menjadi objek hasrat seksual
bagi laki-laki dengan tubuhnya yang impresif serta kostum ketat yang
digunakannya, Lara dapat menjadi tampil menarik untuk dilihat atau justru
diabaikan karena terkesan murahan. Disinilah letak ambiguitas gambaran sosok
perempuan modern Lara Croft mulai dipertanyakan. Apakah dia memamng merupakan
dambaan cita-cita yang diinginkan oleh kaum feminis atau justru ia akan menjadi
objek sebagai hasrat kaum laki-laki. Sebagai sosok yang marketable,
independent, dan menonjol Lara Croft ternyata juga menyimpan sejuta polemic
diantara kaum feminis sendiri.

No comments:
Post a Comment