Saya menyukai dunia tulis menulis dan membaca sudah sejak lama. lebih tepatnya sejak saya duduk di bangku sekolah dasar dan berlanjut hingga saya SMP. hal itu terbukti karena saya pernah memenangkan lomba menulis puisi juara 2 tingkat kota. setidaknya bagi saya itu sudah dapat menggambarkan minat saya dalam menulis sejak dulu sudah tinggi, meskipun hanya sebatas fiksi.
Ketika saya duduk di bangku SMA, yaitu pertama kali saya masuk kedalam dunia pesantren Lirboyo Al-Mahrusiyah di Jawa Timur, minat saya agak menurun karena notabene nya disini jarang sekali mendengarkan hangatnya isu-isu yang sedang terjadi di dunia luar, jarang melihat berita, membaca koran, terlebih lagi novel, karena dalam peraturan pondok dilarang membaca novel, terlebih lagi novel yang basic nya romance karena dianggap mengganggu proses belajar dan mengaji para santri. sehingga berpengaruh pada tulisan-tulisan saya saat itu hanya berupa fiksi semata atau puisi.
Akan tetapi genre fiksi itu tidak berlangsung lama, sejak saya mulai masuk kedalam dunia akademik perguruan tinggi, saya mulai tertarik dengan dunia literasi yang lebih mengarah pada filsafat, pemikiran dan isu tentang konflik yang sedang marak menjadi pembicaraan dunia.
Dari situ saya mulai bergabung dengan lembaga dan organisasi yang dapat membangun minat membaca dan menulis saya menjadi lebih tinggi. Saya bergabung dengan tim pers elmahrusy, yaitu media resmi Pondok Pesantren Lirboyo Al-Mahrusiyah tempat saya belajar saat ini.
Di kampus pun saya bergabung dengan Lembaga Pers dan Penelitian Mahasiswa LP2M Corong, dan PPMI (Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia), mulai dari sinilah segala minat dan giat saya dalam membaca dan menulis semakin tinggi, karena bagi saya tanpa bergabung dengan lembaga yang menuntut hobi saya untuk terus berjalan disamping kesibukan saya dalam dunia pesantren dan kampus, mungkin sampai saat ini dunia literasi bagi kehidupan dan intelektual saya belum terlalu maju. sehingga dengan bergabung dengan lembaga-lembaga tersebut membuat saya semakin giat membaca banyak buku, menulis banyak topik, dan juga mendiskusikan banyak hal.
Tidak hanya itu, saya juga sangat suka dengan kegiatan apapun yang berkaitan dengan kepenulisan, terlebih lagi tentang keperempuanan. oleh sebab itu disela-sela padatnya jadwal kampus dan pondok saya berusaha menyempatkan diri mengikuti kegiatan pelatihan menulis, follow up jurnalis pesantren, seminar, workshop, dan event besar Ngaji Jurnalistik yang diadakan oleh pondok setiap tahunnya.
Tidak mungkin semua hal dapat berjalan dengan mudah tanpa ada halangan dan rintangan suatu apapun. terlebih lagi kendala dalam tulis menulis, saya telah menemukan banyak hal hingga saat ini. mulai kendala dari diri saya sendiri seperti hilangnya teks dalam otak yang akan saya tuangkan dalam tulisan. selain hal tersebut, ada banyak sekali tulisan saya yang ditolak untuk terbit oleh majalah, tulisan saya yang diobrak abrik dengan catatan tak berpola, tak bermakna, dan tulisan yang dianggap bar-bar, ataupun kritikan dan tuduhan lain yang dilontarkan oleh pelatih yang membantu proses saya dalam dunia kepenulisan.
Saya menyadari semua hal itu dan sangat membutuhkan kritikan tajam terhadap tulisan yang telah saya buat karena pada akhirnya hal tersebut akan membawa keuntungan tersendiri bagi diri saya. sehingga tuduhan dan juga kritik semacam itu saya anggap sebagai meriam penembak semangat saya dalam berliterasi.
Bagi saya, apapun itu selagi membawa dampak baik kelak untuk kita di masa depan maka lakukanlah. ingat kata Pramoedya Ananta Toer menulis merupakan pekerjaan untuk keabadian. menulislah dalam keadaan apapun. siapa lagi yang akan membuat sejarah jika bukan kita????
No comments:
Post a Comment