Jika sujiwo tejo bisa memiliki negeri jancukers dalam khayalannya, aku ingin menciptakan sendiri dunia khayalanku yang belum ku beri nama ini, karena aku menunggu konferensi pers yang belum aku bentuk berdiri terlebih dahulu.
Disini yang pasti aku gak akan bela siapapun, tuhan pun gak akan aku bela, karena memang Tuhan tak perlu dibela, ia sudah Maha Benar dengan sendirinya.
Aku hanya ingin mengatakan kepada rakyat yang hidup dalam kerajaan khayalanku yang mana rakyat ku juga belum lahir seiring dengan kelahirannya kerajaan ku nanti. kalian tentunya sudah tahu, aku adalah penguasa, tapi aku bukan tuhan. kalian jangan hanya menjadi seperti permen karet yang hanya
butuh manisnnya saja. kalian hanya datang kepadaku dan juga tuhan ketika kalian susah saja. atau yang kalian anggap tuhan-tuhan disekitar kalian.
Jika di Negeri Jancukers ada Dewan Perwakilan Rakyat, maka aku akan menobatkan diriku sebagai Dewan Perwakilan Tuhan. Kalian tau? tuhan baru saja mengatakan padaku lewat akun resmi twitternya bahwa ia sedikit mutung akan ketidaksopanan kalian. kalian hanya datang kepada tuhan sesekali dan langsung menodong kepada tuhan untuk memberi apa yang kalian inginkan. langsung saja aku ingin menjawab pada tuhan untuk langsung saja menjatuhkan hukuman pancung untuk kalian, karena aku akan dengan mudah saja bersembunyi di dunia khayal kerajaanku sendiri.
Tapi karena yang sudah kalian ketahui bahwa aku adalah sosok penguasa dan pemimpin yang adil, aku tidak akan setega itu menyuruh tuhan untuk menjatuhkan hukuman untuk kalian, aku sempat berfikir takut kalian menganggap semua yang dilakukan tuhan adalah atas pengaruh dan hegemoni dari aku. jadi aku dengan mudah saja mengatakan pada tuhan karena memang kami mempunyai hubungan yang cukup baik "beri mereka kesempatan kedua", dan kuberi bocoran kepada kalian para rakyatku. kalian jangan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi.
Aku sudah lelah melihat semua ini. melihat segala kepicikan dari permainan kalian. aku tak membela tuhan. jangan kalian anggap tuhan bodoh. ada aku sebagai perwakilannya.

No comments:
Post a Comment