belum luntur atas kenangan itu,yang kian menebal dan masih benar-benar kental dalam ingatanku.
semakin ku lupa semakin dalam ingatanku atas nya.
saat aku baru mengenal dunia ini,
saat aku begitu kecil dan bersih.
tangan kokohnya yang jadi pelindungku.
bulir keringatnya yang jadi kekuatanku.
langkah-langkah kecil kaki yang menciptakan suara percikan air.
Ayah: nak.. kemari, hujan semakin deras...meneduhlah!
Queen: kemarilah yah... temani aku menikmati butiran air yang jatuh dari langit.
Ayah: (menahan tawa) itu namanya hujan putriku..
Queen: kemari yah..temani aku,,
Ayah pun berlari menghampiriku dan memelukku erat dibawah guyuran air hujan.
Ayah: jika aku terus membiarkanmu disini, kau akan demam dan ibu mu tak akan suka!!
Queen: (bukannya malah takut dan berlari dari pelukan ayah) ayah...kejar aku sampai dapat....
Ayah: (ayah mengejar dibawah rinai hujan) rupanya kau ingin menggoda ayahmu ini ya...
Queen: (dengan tawa semakin menggelegar diangkasa bercampur guyuran hujan)
Ayah: kena kau!!! ayo masuk kedalam rumah,, sudah cukup lama kau dibawah hujan, tidak baik untuk anak umur 5 tahun
Queen: ayah.... aku bahagia dibawah air hujan, aku bahagia menikmati setiap tetesannya, aku paling bahagia dipelukanmu,, aku bahagia dekat denganmu ayah... (mulai menangis karena dipaksa pulang oleh ayah)
Ayah: putri kecilku... ayah akan selalu memelukmu dan melindungimu sampai kapanpun. bahkan hujan pun tak akan ayah biarkan untuk menyakitimu....
SELAMAT ULANG TAHUN AYAH...
sekarang putri kecilmu sudah besar.
putri kecilmu jauh darimu
putri kecilmu rindu pelukanmu.
putri kecilmu ingin di dekatmu.
putri kecilmu akan pulang dengan sejuta impian nyata yang kita bicarakan sebelum aku tidur dahulu.
putri kecilmu pulang.
putri kecilmu merindukanmu,
dan putri kecilmu mencintaimu ayah.....

No comments:
Post a Comment