Cerita, pemikiran, dan rencana menuju kedewasaan. Semakin bertambah usia semakin aku malas memikirkan hal yang tidak ada prospek jelas kedepan. Kalian juga tentu merasakan bagaimana dilemanya dalam fase menyelesaikan studi dan fase menuju ke pernikahan.
Mungkin sebagian dari orang tua tentu belum memberikan izin menikah untuk anaknya yang sedang dalam fase menyelesaikan studi. Tapi tidak ada salahnya untuk kita mulai menyusun rencana menuju ke pernikahan tersebut.
Karena bagiku, pernikahan merupakan sebuah pintu gerbang. Pintu gerbang menuju ke kehidupan yang sesungguhnya. Dan salah satu tujuan dari kehidupan manusia adalah menjadi manusia yang sesungguhnya, termasuk dengan menikah.
Karena ikatan pernikahan bukanlah hal semata yang dapat dijadikan sebagai gurauan dan candaan, aku tentu tidak akan bermain-main dalam hal ini. Aku memiliki rencana besar tentunya meskipun saat ini belum aku sampaikan kepada kedua orang tuaku.
Mau diakui atau tidak, membiayai sekolah anak merupakan tanggung jawab sekaligus beban bagi orang tua. Namun apabila anak sudah ada dalam ikatan pernikahan, tentu semua beban dna tanggung jawab akan mengalami peralihan kepada suami.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu manfaat material dari pernikahan adalah mengurangi beban kedua orang tua, sekaligus menciptakan beban baru bagi suami. Tapi disini aku tidak ingin membahas soal beban. Karena bagiku pernikahan merupakan relasi kedua belah pihak, dan aku ingin bersama menjadi satu tim dalam menanggung beban baru dalam rumah tangga yang akan aku bangun.
Hakikatnya dalam sebuah ikatan pernikahan menurutku adalah, satu pasangan melepaskan diri dari tanggung jawab kedua orang tuanya, dan menjadi pasangan hidup bersama untuk memulai kehidupan yang sesungguhnya berdua, kemudian menanggung beban hidup secara bersama-sama pula.
Aku mengatakan hal ini bukan berarti aku menyetarakan atau bahkan merendahkan kedudukan laki-laki sebagai pemimpin dalam memikul tanggung jawab dalam sebuah keluarga, tidak. Karena seperti yang di muka tadi aku ungkapkan, kami membangun ikatan pernikahan dan berumah tangga untuk menjadi satu tim sukses dunia akhirat bersama, dengan relasi berdua, dan bukan hubungan sepihak yang hanya memberatkan beban kepada salah satu pihak saja.
Begitu menurutku dalam sebuah hubungan pernikahan sebagai pintu gerbang menuju kehidupan yang sesungguhnya. Dan usia setelah pernikahan adalah sisa umur hidup kita, tentu aku ingin menghabiskan sisa umur ku dengan orang yang aku cintai dan mencintaiku, serta menerima segala keadaan dan pemikiranku.

No comments:
Post a Comment