Saturday, February 5, 2022

Sekolah Pemikiran Perempuan


Dalam mempelajari sebuah pemikiran dan pemahaman baru, saya rasa setiap orang pasti memiliki alasan yang berbeda-beda, termasuk pemikiran perempuan. Dalam tulisan ini saya akan membahas alasan saya mengapa ingin mengikuti Sekolah Pemikiran Perempuan. Dalam mengambil sebuah tindakan, tentu ada suatu kejadian atau fenomena yang menjadi dasar dan melatarbelakangi seseorang dalam mengambil sebuah tindakan.

Tentu saya akan menjelaskan fenomena/kejadian yang terjadi di masa lampau sehingga menyebabkan saya harus melakukan sebuah tindakan hari ini, yaitu mempelajari pemikiran perempuan.

Dalam benak saya muncul banyak pertanyaan diantaranya: mengapa pemikiran perempuan harus dipelajari dan diketahui? Mengapa perempuan harus mengetahui sejarahnya? Apa yang telah terjadi pada perempuan? Mengapa hingga hari ini masih terdapat banyak Gerakan yang memperjuangkan hak-hak perempuan? Apa yang menjadi latarbelakang Gerakan ini? Hal apa yang sesungguhnya telah menimpa perempuan?? hingga hari ini diluar sana saudara-saudara perempuan saya masih banyak yang menyuarakan ketidakadilan, ketertindasan, dan pelecehan yang mereka alami.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus-menerus muncul dan menghantui otak saya. Sebagaimana yang kita ketahui pada sejarah masa lalu dalam budaya patriarki dan misogini, perempuan tidak memiliki peran dalam sejarah karena mereka dianggap makhluk yang rendah dan manusia kelas dua karena dunia ini milik laki-laki. Perempuan tidak memiliki fungsi selain dalam urusan rumah tangga dan melayani laki-laki. Itu sebabnya pada saat itu perempuan tidak perlu berpendidikan dan tidak boleh memegang kekuasaan apalagi bertakhta dalam kerajaan atau pemerintahan.

Karena budaya patriarki yang terus menerus berkembang pada saat itu, narasi sejarah mencatat pada pertengahan abad ke-19 mulai muncul Gerakan perempuan pertama di Amerika yang menuntut emansipasi dan penghapusan diskriminasi hak pada perempuan. Titik perjuangan mereka bertemu pada sebuah misi dan cita-cita yang sama yaitu mendapatkan perlakuan, peran, hak, dan keadilan yang sama seperti laki-laki. Mereka memperjuangkan kesetaraan yang mana pada saat itu hubungan antara laki-laki dan perempuan selalu diwarnai dengan ketidakseimbangan yang dialami perempuan. Tuntutan inilah yang kemudian menjadi dasar dari Gerakan perempuan di berbagai belahan dunia lain yang hari ini kita kenal dengan istilah feminisme.

Seperti yang kita ketahui hingga hari ini, masih banyak saudara-saudara perempuan kita diluar sana yang tidak seberuntung kita. Masih banyak diantara mereka menjadi korban kekerasan seksual baik di ruang maya ataupun nyata. Masih banyak diantara mereka yang secara tidak sadar menjadi korban stereotype masyarakat di lingkungannya dan terhegemoni oleh standar-standar yang diciptakan media dalam menindas eksistensi dan memarjinalkan perempuan.

Dari sinilah saya menganggap otak dan kesadaran saya seperti memberi peringatan tanda bahaya: bahwa saya, sebagai perempuan harus mengetahui sejarah gerakan perempuan, pemikiran mereka, dan perjuangan yang dilakukan mereka hingga hari ini untuk mempertahankan eksistensinya. Apakah semua perempuan telah mendapatkan hak, keadilan dan kebebasan yang sama? Apakah semua perempuan pada hari ini sudah mendapatkan ruang aman? Apakah perempuan hari ini sudah mendapatkan peran yang sama seperti laki-laki?? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang memberangkatkan jiwa raga saya secara alamiah untuk mempelajari pemikiran perempuan. Saya harus melakukan sebuah tindakan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya sendiri. Saya harus mendapatkan pengetahuan dari narasi sejarah tentang semua peristiwa yang dialami oleh perempuan. sehingga pada hari ini pun, apabila saya telah mendapatkan itu semua, saya merasa diri saya terpanggil untuk membagikannya kepada saudara-saudara perempuan saya diluar sana. Dalam pengetahuan yang saya miliki terdapat hak mereka juga, sehingga saya harus membagikannya kepada sesama perempuan. Agar perjuangan dan pergerakan mereka mendapatkan hasil yang baik, yaitu dapat mensejahterakan semua umat manusia di bumi, khususnya perempuan.

No comments:

Post a Comment