Perjalanan kami menjadi orang tua sangat singkat. Secepat itu Allah memberikan karunia terindahnya dalam kehidupan kami, keturunan.
Putra pertama kami lahir di tahun 2024 dengan segala perjuangan berat yang kami lalui. Ia adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk menjadi cahaya dalam kehidupan kami.
Perjalananku melalui masa kehamilan hingga persalinan bukanlah hal yang mudah. Aku dan suamiku hanya tinggal berdua tanpa orang tua kami di sisi kami. Mereka sama sama hidup di perantauan.
Masa masa berat kami lalui berdua, malam yang penuh dengan tantangan dan ketakutan dengan kondisi kehamilanku yang semakin tua hari ke hari. Kekhawatiran dengan kondisi medis tubuhku yang bisa saja datang tak kenal waktu.
Semua itu kami lalui hanya berdua. Hingga hari persalinan itu tiba, kami jalani berdua juga, hingga hadirlah buah hati kami yang kini membuat kami menjadi sempurna. Keluarga kecil dengan tiga anggota keluarga. Papa, Mama, dan Sky kami yng tercinta.
Pagi hari sebelum persalinan, aku mengalami flek seperti halnya ketika datang bulan. Aku kira hal ini adalah normal bagi ibu yang sedang hamil. Tapi aku tidak menyangka hari itu aku akan melahirkan karena masih jauh dengan HPL.
Aku belum terpikirkan untuk menggunakan pembalut, namun di siang hari aku mengalami pendarahan yang semakin parah hingga akhirnya suamiku memutuskan untuk membawaku ke Rumah Sakit.
Di sana, dokter mendiagnosa aku belum pembukaan. Jadi aku masih merasa santai dan ingin menuruti keinginanku makan bakso dan minum mixue red bean milk tea.
Sesampai di rumah pukul 4 sore, semua baik-baik saja dan aku masih sempat video call dengan ibu mertuaku. Seingatku aku sempat berkata begini "Mamak ga pengen pulang? Apa aku harus melahirkan dulu baru mamak pulang kampung?".
Siapa sangka, selepas shalat isya aku mengalami pendarahan hebat kemudian suamiku bergegas membawaku ke RS. Setelah itu, tepat pukul 9.30 malam bayi kami lahir berjenis kelamin laki-laki. Putra pertama kami, sekaligus cucu pertama dari keluarga suamiku telah lahir ke dunia.
Inilah perjalanan baru kami sebagai orang tua dimulai. Setelah ini masih banyak perjuangan yang akan segera aku tuliskan.

No comments:
Post a Comment