A. Latar belakang
Islam menurut bahasa berasal dari
bahasa arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan
damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadibentuk aslama yang berarti
berserah diri masuk dalam kedamaian. Oleh karena itu orang yang berserah diri,
patuh, dan taat kepada Allah SWT disebut sebagai orang muslim. Dari uraian di
atas bisa diambil kesimpulan bahwa islam menurut bahasa ialah patuh, berserah
diri, dan taat kepada Allah SWT.
Dalam makna istilah, islam sebagai agama yang
ajaran-ajarannya diwahyukan oleh Allah
kepada masyarakat melalui Nabi Muhammad SAW. Menurut Maulana Muhammad Ali,islam
adalah agama pendamaian dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan
kesatuan atau persaudaraan umat islam menjadi bukti nyata bahwa agama islam itu
selaras pada namanya.
Menghadapi
peradaban dunia islam secara keseluruannya berada dalam tatanan global yang
mendasar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi. Transportasi, dan
informasi semuanya ini membuat dunia semakin global dan sempit karena mudanya
dijangkau.[1]Dan
inilah yang disebut fenomena “globalisasi”, yang secara sederhana bisa dipahami
sebagai suatu proses pengintegrasian budaya, politik, ekonomi, dan informasi
nasional bangsa-bangsa ke ruang lingkup dan tatanan baru sistem jaringan dunia
(global).[2]
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Islam dan
Globalisasi?
2. Sebutkan karakteristik Islam?
3. Sebutkan karakteristik Globalisasi?
4. Apa pengertian Modernisme?
5. Apa pengertian Puritanisme?
C. Manfaat dan tujuan
1. Mengetahui dari Islam dan
Globalisasi
2. Mengetahui dari karakteristik Islam
3. Mengetahui dari karakteristik
Globalisasi
4. Mengetahui dari Modernisme
5. Mengetahui dari Puritanisme.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Islam Dan Globalisasi
Secara etimologi, islam berasal dari
bahasa arab, yaitu salima yang mengandung arti selamat, damai dan sentosa. Dari
kata salima, selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah
diri masuk kedamaian.[3]Islam
adalah agama Allah SWT.yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, untuk
diajarkan dan disampaikan kepada Umat-Nya.
Adapun globalisasi berasal dari kata
“global”. Globalisasi (globalization) merupakan proses menuju arah global. Arti
global adalah menyeluruh atau menyatu, dari berbagai unsur menjadi satu.
Globalisasi adalah era global/modern
bahwa dunia ini terasa seperti kampung kecil. Interaksi antarnegara, peradaban,
dan budaya semakin mudah dalam melakukannya, proses tersebut saling
mempengaruhi antara satu budaya dengan budaya lain dengan proses yang cepat,
baik budaya itu positif maupun negatif. Pada akhirnya, globalisasi menjadi alat
untuk saling mempengaruhi antara peradaban, antarnegara, budaya, dan agama.
B.
Karakteristik Islam
Ungkapan “Islam, globalisasi, dan
peradaban dunia” berusaha menjelaskan pada pertentangan, persinggungan, atau
persamaan. Oleh karena itu islam memiliki karakter sebagai berikut:
a.
Menjanjikan
keselamatan dunia dan akhirat
b.
Penyerahan
diri seorang muslim kepada Allah SWT.
c.
Penyelamatan
yang dijanjikan islam dengan kesempurnaan, komprensif dan mendetail.
d.
Islam
sebagai agama yang sempurna
e.
Islam
menjelaskan segala sesuatu yang semuanya itu untuk keselamatan manusia.
f.
Tidak
ada satu pun yang dibiarkan dan tidak diperhatikan di dalam islam.
g.
Tebaran
penyelamatan islam mencakup pada seluruh alam semesta, lebih dari sekadar
globalisme.
C.
Karakteristik Globalisasi
Dalam hal-hal yang bersifat duniawi,
umat islam diberi kebebasan seluas-luasnya untuk beradaptasi, berdialog, hidup
berdampingan dengan non islam. Tetapi ia harus mengetahui prinsip-prinsip
islam. globalisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Internasionalisasi (dari daerah
menuju ke arah wilayah yang lebih luas).
2. Liberalisasi (paham menuju arah
serba bebas dan melepaskan norma-norma yang telah mapan, antaralain norma-norma
agama islam).
3. Universalisasi (dunia telah menjadi
dalam kesatuan, tetapi tidak ada wilayah yang melekat antara wilayah stu dengan
wilayah lain sebagai berkah untuk memajukan IPTEK, terutama teknologi dan
informasi.
4. Westernisasi (arah peradaban dari
dunia timur menuju arah kultural dunia barat yang bercirikan sekularisme,
individualisme, kapitalisme, liberalisme, dan hedonisme.
5. Suprateritoalisme (ruang-ruang
sosialitas mulai tidak ada lagi dari jaraknya dan batas-batas wilayahnya.
Dengan demikian, dunia adalah satu wilayah).
Secara singkat, globalisasi dapat dikatakan terjadinya
keterbukaan wilayah atau Negara sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara
wilayah atau Negara tersebut.Seperti dalam ekonomi, politik, budaya dan
lain-lain.[4]
D.
Pengertian Modernisme
Kata modern, modernitas, modernisasi
dan modernisme, seperti kata lainnya yang berasal barat, telah dipakai dalam
bahasa Indonesia. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, kata modern diartikan
sebagai yang terbaru, secara baru, dan mutakhir.[5]Dalam
masyarakat barat, kata “modernisme” mengandung arti pikiran, aliran, gerakan,
dan usaha-usaha untuk mengubah paham-paham, adat istiadat, institusi-institusi
lama dan sebagainya, agar semua itu sesuai dengan pendapat-pendapat dan
keadaan-keadaan baru yang ditimbulkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi
modern. Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan zaman dan keadaan masyarakat
dalam mengejar bangsa lain agar memberi solusi nyata dengan mendatangkan
paradigma baru dalam suatu masyarakat supaya mewujudkan kebangkitan bagi umat
islam.
Oleh karena itu, modern lebih
mengacu pada dorongan untuk melakukan perubahan karena paham-paham dan
institusi-institusi lama dinilai tidak relevan. Kaum modernis kebanyakan lebih
percaya bahwa keterbelakangan umat islam karena disebabkan oleh kesalahan sikap
mental, budaya, atau teologi mereka. Pandangan kaum modernis lebih merujuk pada
pemikiran modernis Muktazilah, yang cenderung bersifat antroposentris karena
bagi Muktazilah, manusia itu dapat menentukan perbuatannya sendiri.[6]
E.
Pengertian Puritanisme
Secara garis besar, kata “puritanisme”
secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, pure yang berarti
murni.Puritanisme, berarti paham dan tingkah laku yang didasarkan pada ajaran
kaum puritan.Puritan memiliki arti orang yang hidup saleh dan yang menganggap
kemewahan dan kesenangan sebagai dosa.
Puritanisme menurut istilah memiliki
dua arti, yaitu di lapangan pemikiran dan kepercayaan.Puritanisme di lapangan
pemikiran, misalnya pada lapangan ilmu pengetahuan berupa tidak mau menggunakan
kata atau ejaan yang mirip dengan perkataan atau ejaan bangsa asing.Dalam
lapangan kepercayaan sendiri, misalnya sikap hanya berpegang pada ajaran yang
termuat dalam suatu kitab suci sesuai dengan arti kata. Pengertian yang tidak
sama dengan arti kata dianggapnya berbahaya atau salah, selain makna ajaran
agama islam pada beberapa golongan, yang mengikuti pada cara hidup yang
sederhana dan tidak menggangu pada kesehatan.
Dalam islam, puritanisme disamakan
sengan istilah sufi. Pemurnian ditujukan untuk mengembalikan umat islam pada
ajaran yang murni berasal dari pembawanya Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Qur’an dan
hadis agar bersih dari perilaku takhayul, bid’ah, dan khurafat yang dapat
merusak pada ajaran dan akidah umat islam.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemurnian
itu adalah kembali pada ajaran islam yang murni, yaitu kembali pada ajaran Nabi
Muhammad SAW dan para sahabatnya yaitu Al-Qur’an dan Hadist sahih untuk
menyesuaikan zaman yang semakin aktual dengan ajaran islam yang murni.[7]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Islam berasal dari bahasa arab,
yaitu salima yang yang mengandung arti selamat, damai dan sentosa Islam adalah agama Allah yang SWT, yang
diturunkan pada Nabi Muhammad SAW, untuk mengajarkan dan menyampaikan pada
Umat-Nya. Globalisasi adalah era global/modern bahwa dunia ini terasa seperti
kampung kecil.Interaksi antarnegara, peradaban, dan budaya semakin mudah dalam
melakukannya.
Karakteristik islam yaitu menjanjikan
keselamatan dunia dan akhirat, penyerahan diri seorang muslim kepada Allah SWT,
penyelamatan yang dijanjikan islam dengan kesempurnaan, sebagai agama yang
sempurna, menjelaskan segala sesuatu yang semuanya itu untuk keselamatan
manusia, tidak ada satu pun yang dibiarkan dan tidak diperhatikan di dalam
islam, serta penyelamatan islam mencakup pada seluruh alam semesta, lebih dari
sekadar globalisme.
Karakteristik globalisasi adalah internasionalisasi,
liberalisasi, universalisasi, suprateritoalisme, westernisasi.
Modernisme adalah pikiran, aliran, gerakan, dan usaha-usaha
untuk mengubah paham-paham, adat istiadat, institusi-institusi lama dan
sebagainya.
Puritanisme adalah pemurnian, asal,
dan kembali pada suatu ajaran-ajaran atau sikap-sikap pada masa awal
kejadiannya.
B. Saran
Jadi, dilihat dari makalah ini,
penulis sendiri menyarankan bahwa islam dalam globalisasi juga dibutuhkan di
kalangan islam karena melihat perkembangan zaman dan kehidupan masyarakat,
tetapi juga harus melihat dari titik positif dan negatif dalam menangapinya.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat,Komaruddin.
1996. Memahami Bahasa Agama,Jakarta: Cahaya Surya.
Natta,Abuddin.
1998. Metodologi Studi Islam, Bandung: Pustaka Setia.
Abdullah,M. Yatimin. 2004.Metodologi Studi Islam, Surabaya: Pustaka Media Abdul Kodir,Koko. 2009. Metodologi Studi Islam, Yogyakarta: TERAS.
Wahid,Abdurrahman, dkk. 1999. Zaman
Baru Islam Indonesia, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Fakih, Mansour. 1997.Ulumul
Qur’an,Bandung: Lentera.
Abdul
Kodir,Koko. 2009. Metodologi Studi Islam, Surabaya: Sinar
Surya.
[1]Komaruddin Hidayat, Memahami Bahasa Agama, (Jakarta: Cahaya Surya,1996), hlm 5.
[2]Abuddin Natta, Metodologi Studi Islam, (Bandung : Pustaka Setia, 1998), hlm. 162.
[3]M. Yatimin
Abdullah, Metodologi Studi Islam, (Surabaya : Pustaka Media, 2004) hlm. 15.
[4]Koko Abdul Kodir, Metodologi Studi Islam, ( Yogyakarta, TERAS, 2009), hlm. 243.
[5]Abdurrahman Wahid, dkk.,Zaman Baru Islam Indonesia, (Bandung, Remaja Rosda Karya,1999), hlm. 64.
[6]
Mansour Fakih, Ulumul Qur’an,(
Bandung: Lentera,1997), hlm. 11.
[7]Koko Abdul Kodir, Metodologi
Studi Islam, (Surabaya: Sinar Surya, 2009),
hlm. 244.

No comments:
Post a Comment