Monday, April 24, 2023

Obrolan kami soal diri

 

Soal Analisis Diri

Mulai malam ini kami mempunyai aktifitas baru, yaitu mengobrol. Tapi yang menjadi obrolan kami bukanlah topik-topik biasa. Kami mengobrolkan berbagai macam topik keren, bahkan terkadang mendekati ilmiah tapi tidak teoritis sama sekali.

Malam pertama kami mengobrol, pembahasannya adalah tentang analisis diri. Kenapa aku memilih analisis diri sebagai topik pertama yang hendak kami obrolkan? Karena dengan menganalisis diri, kami jadi mengenal diri sebagai manusia yang utuh, sadar, berakal, dan berpikir.

Analisis diri merupakan penggabungan antara dua kata. Yaitu analisis dan diri. Analisis artinya menelaah, mengetahui secara lebih dalam, dan memahami secara lebih kritis. Diri artinya aku, saya, individu, dan ego. Singkatnya, analisis diri diartikan sebagai cara untuk mengetahui dan memahami manusia sebagai seorang individu secara jauh lebih dalam dan kritis secara sadar dan berakal.

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan seperti halnya makhluk-makhluk yang ada di bumi lainnya. Yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah manusia diberkati akal guna berpikir. Manusia juga diberi nafsu sehingga cenderung memiliki keinginan, ambisi, tujuan, dan cita-cita.

Manusia juga disebut sebagai algojo, atau penentu yang memiliki otoritas dan kekuasaan terhadap pengambilan keputusan atas segala yang ingin dilakukan. Berkat akal, manusia dapat membedakan antara yang baik dan buruk, mana yang menguntungkan dan merugikan, mana yang membahagiakan dan menyedihkan. Dengan akal manusia senantiasa mudah mengidentifikasi hal-hal buruk dan ancaman yang ada di lingkungannya. Dengan akal pula manusia dapat menyaring berbagai macam informasi yang diterima dari sekelilingnya.

Setelah akal menerima segala sesuatu dan direduksi melalui otak, tubuh dapat merespons dan memberi tanggapan. Kemudian diri manusia sebagai Algojo dapat menentukan langkah apa yang selanjutnya diambil

Lapisan akal manusia

Secara sadar, watak kesadaran manusia terbagi menjadi tiga bagian: bagian terdalam yaitu naluri, bagian luar adalah ego, dan bagian terluar adalah super ego. Super ego ini nantinya lah yang akan memunculkan pertentangan-pertentangan dalam diri manusia.

Contohnya pada naluri, karena terletak di bagian terdalam watak kesadaran manusia. Secara alamiah dapat menentukan suatu tindakan apakah akan menimbulkan kebaikan pada diri atau tidak, menimbulkan rasa sakit atau tidak, dan secara otomatis naluri dapat membaca. Pada bagian luar yaitu ego yang menjadi penentu keputusan dan tindakan yang diambil. Terkadang tidak sesuai dengan yang diterima oleh naluri. Pada bagian terluar: super ego inilah nanti yang akan menimbulkan pertentangan-pertentangan dalam diri.

Contohnya begini: secara naluri, bangun di waktu subuh untuk melaksanakan shalat adalah hal yang baik. Tentu hal ini sudah dikonfirmasi oleh naluri setiap manusia bahwa bangun subuh adalah hal yang baik. Kemudian tanggapan dari ego adalah menentukan dan membuat keputusan dalam diri, apakah memilih tindakan bangun pagi dengan banyak manfaat yang bisa diambil atau memilih lanjut tidur yang lebih nikmat karena bisa mengistirahatkan seluruh anggota badan dari aktifitas namun membuang waktu yang dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.

No comments:

Post a Comment