Soal Analisis Diri
Mulai malam ini kami mempunyai aktifitas baru, yaitu
mengobrol. Tapi yang menjadi obrolan kami bukanlah topik-topik biasa. Kami
mengobrolkan berbagai macam topik keren, bahkan terkadang mendekati ilmiah tapi
tidak teoritis sama sekali.
Malam pertama kami mengobrol, pembahasannya adalah tentang analisis diri. Kenapa aku memilih analisis diri sebagai topik pertama yang hendak kami obrolkan? Karena dengan menganalisis diri, kami jadi mengenal diri sebagai manusia yang utuh, sadar, berakal, dan berpikir.
Analisis diri merupakan penggabungan antara dua kata.
Yaitu analisis dan diri. Analisis artinya menelaah, mengetahui secara lebih
dalam, dan memahami secara lebih kritis. Diri artinya aku, saya, individu, dan
ego. Singkatnya, analisis diri diartikan sebagai cara untuk mengetahui dan
memahami manusia sebagai seorang individu secara jauh lebih dalam dan kritis
secara sadar dan berakal.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan seperti halnya
makhluk-makhluk yang ada di bumi lainnya. Yang membedakan manusia dengan
makhluk lain adalah manusia diberkati akal guna berpikir. Manusia juga diberi
nafsu sehingga cenderung memiliki keinginan, ambisi, tujuan, dan cita-cita.
Manusia juga disebut sebagai algojo, atau penentu yang
memiliki otoritas dan kekuasaan terhadap pengambilan keputusan atas segala yang
ingin dilakukan. Berkat akal, manusia dapat membedakan antara yang baik dan
buruk, mana yang menguntungkan dan merugikan, mana yang membahagiakan dan
menyedihkan. Dengan akal manusia senantiasa mudah mengidentifikasi hal-hal
buruk dan ancaman yang ada di lingkungannya. Dengan akal pula manusia dapat
menyaring berbagai macam informasi yang diterima dari sekelilingnya.
Setelah akal menerima segala sesuatu dan direduksi
melalui otak, tubuh dapat merespons dan memberi tanggapan. Kemudian diri
manusia sebagai Algojo dapat menentukan langkah apa yang selanjutnya diambil
Lapisan akal manusia
Secara sadar, watak kesadaran manusia terbagi menjadi
tiga bagian: bagian terdalam yaitu naluri, bagian luar adalah ego, dan bagian
terluar adalah super ego. Super ego ini nantinya lah yang akan memunculkan
pertentangan-pertentangan dalam diri manusia.
Contohnya pada naluri, karena terletak di bagian
terdalam watak kesadaran manusia. Secara alamiah dapat menentukan suatu tindakan
apakah akan menimbulkan kebaikan pada diri atau tidak, menimbulkan rasa sakit
atau tidak, dan secara otomatis naluri dapat membaca. Pada bagian luar yaitu
ego yang menjadi penentu keputusan dan tindakan yang diambil. Terkadang tidak
sesuai dengan yang diterima oleh naluri. Pada bagian terluar: super ego inilah
nanti yang akan menimbulkan pertentangan-pertentangan dalam diri.
Contohnya begini: secara naluri, bangun di waktu subuh
untuk melaksanakan shalat adalah hal yang baik. Tentu hal ini sudah
dikonfirmasi oleh naluri setiap manusia bahwa bangun subuh adalah hal yang
baik. Kemudian tanggapan dari ego adalah menentukan dan membuat keputusan dalam
diri, apakah memilih tindakan bangun pagi dengan banyak manfaat yang bisa
diambil atau memilih lanjut tidur yang lebih nikmat karena bisa
mengistirahatkan seluruh anggota badan dari aktifitas namun membuang waktu yang
dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.
.jpg)
No comments:
Post a Comment