Monday, December 27, 2021

Indonesia dan Ideologi Islam Transnasional


Indonesia yang kita kenal dari dahulu hingga kini adalah negara demokrasi dengan tingkat populasi muslim terbesar di dunia. Dengan Islam sebagai agama yang dipeluk mayoritas masyarakat Indonesia, yaitu agama yang sangat mengajarkan sikap damai dan toleran. Hal ini didukung oleh adanya organisasi Islam arus utama yang berperan sebagai penopang seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kehadiran organisasi Islam arus utama ini membantu mewujudkan Indonesia menjadi salah satu Negara demokrasi terbesar, hingga dijadikan model bagi transformasi dan pertumbuhan demokrasi di dunia Islam.

Pasca jatuhnya rezim Soeharto pada Mei 1998, muncul berbagai kelompok Islam militan dan radikal seperti Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Laskar Jihad (LJ), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), dan sebagainya. Kemunculan kelompok-kelompok ini dianggap sangat mengkhawatirkan masa depan Negara Indonesia. Ini disebabkan karena kemunculan mereka ditengah-tengah arus pergolakan panggung politik di Indonesia pada saat itu. Selain itu, mereka juga sering kali melakukan tuntutan revitalisasi khilafah dengan aksi jihad untuk merubah Indonesia menjadi Negara Islam.

Adanya gelombang pasang radikalisme Islam di kancah politik di Indonesia pasca rezim Soeharto berakar pada suburnya ideologi Islam transnasional di Indonesia. Ideologi islam transnasional adalah sebuah ideologi yang berasal dari Gerakan islam transnasional, yaitu istilah yang ditujukan kepada organisasi Islam yang bergerak antar lintas negara, dimana pergerakannya melewati batas-batas teritorial suatu negara.

Munculnya ideologi Islam transnasional di Indonesia dilatarbelakangi besarnya pengaruh globalisasi. Globalisasi mempermudah proses komunikasi dan perjalanan antara orang, ide, gagasan, ideologi, dan paham bergerak melintasi ruang dan dan wilayah di dunia. Pengaruh dari globalisasi menyebabkan dinamika yang terjadi di Indonesia saat ini ikut mempengaruhi berbagai kawasan lain di dunia. Terlebih pengaruh dari masuknya ideologi Islam transnasional ke Indonesia yang didukung oleh globalisasi, memberi pengaruh besar terhadap dinamika agama, politik, sosial, dan budaya di kalangan umat muslim di Indonesia. sehingga ekspresi islam dan politik yang ada di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari bentuk transnasional organisasi islam, politik, dan praktik baru yang muncul dari ruang publik dan sosial global.

Pertumbuhan Gerakan Islam transnasional ini memiliki dampak pada Gerakan islam Indonesia yang sudah mapan baik dari spektrum modernis seperti Muhammadiyah atau spektrum tradidsionalis seperti Naahdlatul Ulama (NU). gerakan Islam yang mapan ini dituntut juga untuk mendukung upaya mereka mengubah Indonesia menjadi masyarakat Islam sepenuhnya dengan mengintensifkan kegiatan dakwah, jihad, dan khilafah Islam.

Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran banyak orang terhadap masa depan Indonesia. walau bagaimanapun, konsep khilafah Islam sangat bertentangan dengan Ideologi bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga diperlukan adanya penanaman sebuah nilai kehidupan yang setara kepada setiap orang, khususnya masyarakat muslim. Penanaman nilai ini diperlukan agar kita tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi-ideologi baru yang dapat menimbulkan perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, kita dapat lebih bijaksana dalam mengambil sikap dan menyikapi problematika keagamaan yang mungkin saja terjadi.  

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, budaya, dan golongan. Khususnya agama Islam sendiri terdiri dari banyak golongan dan organisasi Islam. Hadirnya ideologi Islam transnasional yang dibawa oleh organisasi Islam global melewati lintas batas wilayah dan negara dengan ide, gagasan, dan cara pandang baru tentu memiliki pengaruh besar terhadap organisasi-organisasi Islam di Indonesia. Tidak sedikit pula diantara gagasan dan ide-ide baru ini memicu perpecahan dan kesatuan bangsa Indonesia. contoh gagasan baru yang paling ramai digaungkan mereka adalah menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam seutuhnya.

Hal inilah yang menjadi problem dan kekhawatiran Bersama. Yaitu berubahnya kacamata dunia terhadap agama Islam. Wajah Islam yang dikenal mencintai perdamaian dan sikap toleran, justru berubah menjadi agama yang terkesan sangat menakutkan dan tidak menerima perbedaan. Selain itu ditakutkan pula terjadi perpecahan dalam Islam yang disebabkan oleh konflik dan masalah yang timbul dari umat Muslim sendiri.  

 

 

 

No comments:

Post a Comment