Indonesia yang kita kenal dari dahulu hingga kini adalah negara demokrasi dengan tingkat populasi muslim terbesar di dunia. Dengan Islam sebagai agama yang dipeluk mayoritas masyarakat Indonesia, yaitu agama yang sangat mengajarkan sikap damai dan toleran. Hal ini didukung oleh adanya organisasi Islam arus utama yang berperan sebagai penopang seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kehadiran organisasi Islam arus utama ini membantu mewujudkan Indonesia menjadi salah satu Negara demokrasi terbesar, hingga dijadikan model bagi transformasi dan pertumbuhan demokrasi di dunia Islam.
Pasca jatuhnya rezim Soeharto pada Mei
1998, muncul berbagai kelompok Islam militan dan radikal seperti Front Pembela
Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Laskar Jihad (LJ), Majelis
Mujahidin Indonesia (MMI), dan sebagainya. Kemunculan kelompok-kelompok ini
dianggap sangat mengkhawatirkan masa depan Negara Indonesia. Ini disebabkan
karena kemunculan mereka ditengah-tengah arus pergolakan panggung politik di
Indonesia pada saat itu. Selain itu, mereka juga sering kali melakukan tuntutan
revitalisasi khilafah dengan aksi jihad untuk merubah Indonesia menjadi Negara
Islam.
Adanya gelombang pasang radikalisme Islam
di kancah politik di Indonesia pasca rezim Soeharto berakar pada suburnya
ideologi Islam transnasional di Indonesia. Ideologi islam transnasional adalah
sebuah ideologi yang berasal dari Gerakan islam transnasional, yaitu istilah
yang ditujukan kepada organisasi Islam yang bergerak antar lintas negara,
dimana pergerakannya melewati batas-batas teritorial suatu negara.
Munculnya ideologi Islam transnasional di
Indonesia dilatarbelakangi besarnya pengaruh globalisasi. Globalisasi mempermudah
proses komunikasi dan perjalanan antara orang, ide, gagasan, ideologi, dan
paham bergerak melintasi ruang dan dan wilayah di dunia. Pengaruh dari
globalisasi menyebabkan dinamika yang terjadi di Indonesia saat ini ikut
mempengaruhi berbagai kawasan lain di dunia. Terlebih pengaruh dari masuknya
ideologi Islam transnasional ke Indonesia yang didukung oleh globalisasi,
memberi pengaruh besar terhadap dinamika agama, politik, sosial, dan budaya di
kalangan umat muslim di Indonesia. sehingga ekspresi islam dan politik yang ada
di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari bentuk transnasional organisasi islam,
politik, dan praktik baru yang muncul dari ruang publik dan sosial global.
Pertumbuhan Gerakan Islam transnasional ini
memiliki dampak pada Gerakan islam Indonesia yang sudah mapan baik dari
spektrum modernis seperti Muhammadiyah atau spektrum tradidsionalis seperti
Naahdlatul Ulama (NU). gerakan Islam yang mapan ini dituntut juga untuk
mendukung upaya mereka mengubah Indonesia menjadi masyarakat Islam sepenuhnya
dengan mengintensifkan kegiatan dakwah, jihad, dan khilafah Islam.
Tentunya hal ini menjadi kekhawatiran banyak
orang terhadap masa depan Indonesia. walau bagaimanapun, konsep khilafah Islam
sangat bertentangan dengan Ideologi bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal
Ika. Sehingga diperlukan adanya penanaman sebuah nilai kehidupan yang setara kepada
setiap orang, khususnya masyarakat muslim. Penanaman nilai ini diperlukan agar
kita tidak mudah dipengaruhi oleh ideologi-ideologi baru yang dapat menimbulkan
perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, kita dapat lebih
bijaksana dalam mengambil sikap dan menyikapi problematika keagamaan yang
mungkin saja terjadi.
Indonesia adalah negara yang terdiri dari
berbagai macam suku, agama, ras, budaya, dan golongan. Khususnya agama Islam
sendiri terdiri dari banyak golongan dan organisasi Islam. Hadirnya ideologi
Islam transnasional yang dibawa oleh organisasi Islam global melewati lintas
batas wilayah dan negara dengan ide, gagasan, dan cara pandang baru tentu
memiliki pengaruh besar terhadap organisasi-organisasi Islam di Indonesia. Tidak
sedikit pula diantara gagasan dan ide-ide baru ini memicu perpecahan dan
kesatuan bangsa Indonesia. contoh gagasan baru yang paling ramai digaungkan
mereka adalah menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam seutuhnya.
Hal inilah yang menjadi problem dan
kekhawatiran Bersama. Yaitu berubahnya kacamata dunia terhadap agama Islam.
Wajah Islam yang dikenal mencintai perdamaian dan sikap toleran, justru berubah
menjadi agama yang terkesan sangat menakutkan dan tidak menerima perbedaan.
Selain itu ditakutkan pula terjadi perpecahan dalam Islam yang disebabkan oleh konflik
dan masalah yang timbul dari umat Muslim sendiri.
No comments:
Post a Comment