Sudah beberapa purnama aku tinggal di atas tanah ini, kampung kecil yang akrab disebut Kampung Inggris. Sebuah desa yang memiliki sejarah Panjang hingga penyebutan Namanya dikenal banyak orang sebagai Kampung Inggris. Satu-satunya tempat yang memiliki banyak Lembaga kursus Bahasa Inggris dan beberapa Bahasa Asing lain yang hanya ada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Jawa Timur.
Bukan sejarah kampung inggris yang hendak
aku ceritakan, melainkan salah satu warung kecil melegenda yang telah lama
berdiri dan masih mempertahankan eksistensinya hingga hari ini. Hampir seluruh
pelajar yang pernah kursus Bahasa inggris di Pare tentu tidak asing lagi dengan
tansu. Sebuah tempat sederhana yang selalu ramai setiap hari, mengisahkan banyak
cerita dan seruputan kopi, terlebih lagi dialog renyah dan hangat juga
literasi.
Tansu
Tansu adalah sebuah singkatan dari (Ketan
dan Susu). Yaitu nama sebuah Warung yang terletak di jalan … Kampung Inggris,
Pare. Warung yang selalu ramai sejak pukul enam pagi hingga pukul enam sore,
kecuali jika persediaan ketan yang diperjualbelikan sudah habis. Warung
sederhana yang menjual ketan sebagai menu utama dan berbagai macam topping
diatasnya, termasuk topping meises coklat favoritku. Juga berbagai macam minuman
instan mulai dari yang panas, dingin, juga tawar termasuk beng-beng coklat
dingin favoritku dan dia, hihi.
Setiap hari warung tansu ini dipenuhi oleh
pelanggan yang mayoritas adalah pelajar di Kampung Inggris Pare. Tapi yang
membuatnya special bagiku adalah, aku selalu bertemu dengannya di akhir pekan.
Hari dimana semua kegiatan di hampir seluruh Lembaga kursus di Kampung Inggris
diliburkan.
Bukan kisah tentang dia juga yang ingin aku
ceritakan, melainkan sudut pandangku yang sangat lain dari tempat sederhana
ini. Karena menjadi pusat perkumpulan banyak orang, selain itu juga sering
digunakan untuk lokal pembelajaran beberapa Lembaga kursus di Kampung Inggris,
tentu warung tansu memiliki banyak daya tarik dan menyimpan banyak kenangan.
Biasanya, setiap akhir pekan terdapat
beberapa pelajar dan komunitas di Kampung Inggris yang melakukan jogging atau
sekedar bersantai di lapangan Tulungrejo yang lokasinya tidak jauh dari Warung
Tansu ini. Karena lokasinya yang sangat strategis, warung tansu menjadi tujuan
utama untuk Sebagian orang yang telah kelelahan jogging sejak pagi hari. Tempat
ini menjadi favorit karena selain harganya yang sangat terjangkau, warung ini
juga didesain dengan tempat terbuka yang menyediakan tempat duduk di bagian
depan dan juga belakang. Sehingga angin yang berhembus sepoi-sepoi dari sawah
dan ladang di sekelilingnya dapat dengan mudah membelai wajah-wajah yang telah
kelelahan selama sepekan. Suasana yang begitu damai dan syahdu bersama kepulan
asap kopi ditemani orang tercinta, perpaduan yang begitu sempurna untuk
berakhir pekan
Kopi dan Buku
Tidak seperti tajuk yang sengaja aku
ciptakan ditas. Kopi, buku dan tansu. Mungkin yang ada dalam imajinasi sempurna
kalian aku akan menceritakan deretan buku yang ditata rapi kemudian berjajar di
warung tansu. Tentu tidak, kalian tidak akan menemukan satu rak buku pun di
warung tansu.
Memang tidak ada jajaran buku macam di
perpustakaan yang disediakan di warung ini seperti yang kalian bayangkan. Tapi
apabila kalian mendatangi setiap meja ke meja, tentu kalian akan menemukan
obrolan yang disampaikan seperti diskusi berbagai macam buku menjadi satu
disini. Obrolan tentang berbagai macam jenis buku dan perbedaan pandangan
setiap kepala. Mulai dari genre fiksi, non fiksi, humor, pemikiran, wacana,
self improvement, hingga horror.
Terdapat berbagai macam buku yang akan
kalian temukan di setiap kepala manusia yang sedang menghabiskan akhir pekannya
di warung tansu ini. Ditemani orang terdekat dengan menu favorit, dibalut
suasana sejuk dan berakhir pekan beramai-ramai di tempat legendaris. Sebuah
perpaduan yang sangat sempurna bagiku untuk menceritakan esensi buku yang
berada di setiap kepala manusia.
Yang ingin aku ceritakan secara mendalam
adalah buku-buku yang berada di kepala teman-teman sepermainan ku. Aku sangat
bangga berada ditengah mereka. Dengan pengalaman pertemuan-pertemuan mereka
dengan banyak buku-buku yang telah ditakdirkan untuk bertemu dengan pembacanya.
Setiap akhir pekan mereka akan membagikannya kepadaku di warung ini. Membagikan
pengalaman bacaan mereka sama halnya membawa kami mengikuti takdir pertemuan
mereka dengan buku-buku tersebut.
Sangat asyik memang, menghabiskan waktu
bersama kepala-kepala yang mencintai buku-buku. termasuk berada di lingkungan
para pecinta buku. Sehingga setiap tempat yang kita datangi akan membawa kita
pada pertemuan dengan buku-buku.
No comments:
Post a Comment