Wednesday, January 12, 2022

Kopi, buku, dan tansu

Sudah beberapa purnama aku tinggal di atas tanah ini, kampung kecil yang akrab disebut Kampung Inggris. Sebuah desa yang memiliki sejarah Panjang hingga penyebutan Namanya dikenal banyak orang sebagai Kampung Inggris. Satu-satunya tempat yang memiliki banyak Lembaga kursus Bahasa Inggris dan beberapa Bahasa Asing lain yang hanya ada di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Bukan sejarah kampung inggris yang hendak aku ceritakan, melainkan salah satu warung kecil melegenda yang telah lama berdiri dan masih mempertahankan eksistensinya hingga hari ini. Hampir seluruh pelajar yang pernah kursus Bahasa inggris di Pare tentu tidak asing lagi dengan tansu. Sebuah tempat sederhana yang selalu ramai setiap hari, mengisahkan banyak cerita dan seruputan kopi, terlebih lagi dialog renyah dan hangat juga literasi.

Tansu

Tansu adalah sebuah singkatan dari (Ketan dan Susu). Yaitu nama sebuah Warung yang terletak di jalan … Kampung Inggris, Pare. Warung yang selalu ramai sejak pukul enam pagi hingga pukul enam sore, kecuali jika persediaan ketan yang diperjualbelikan sudah habis. Warung sederhana yang menjual ketan sebagai menu utama dan berbagai macam topping diatasnya, termasuk topping meises coklat favoritku. Juga berbagai macam minuman instan mulai dari yang panas, dingin, juga tawar termasuk beng-beng coklat dingin favoritku dan dia, hihi.

Setiap hari warung tansu ini dipenuhi oleh pelanggan yang mayoritas adalah pelajar di Kampung Inggris Pare. Tapi yang membuatnya special bagiku adalah, aku selalu bertemu dengannya di akhir pekan. Hari dimana semua kegiatan di hampir seluruh Lembaga kursus di Kampung Inggris diliburkan.

Bukan kisah tentang dia juga yang ingin aku ceritakan, melainkan sudut pandangku yang sangat lain dari tempat sederhana ini. Karena menjadi pusat perkumpulan banyak orang, selain itu juga sering digunakan untuk lokal pembelajaran beberapa Lembaga kursus di Kampung Inggris, tentu warung tansu memiliki banyak daya tarik dan menyimpan banyak kenangan.

Biasanya, setiap akhir pekan terdapat beberapa pelajar dan komunitas di Kampung Inggris yang melakukan jogging atau sekedar bersantai di lapangan Tulungrejo yang lokasinya tidak jauh dari Warung Tansu ini. Karena lokasinya yang sangat strategis, warung tansu menjadi tujuan utama untuk Sebagian orang yang telah kelelahan jogging sejak pagi hari. Tempat ini menjadi favorit karena selain harganya yang sangat terjangkau, warung ini juga didesain dengan tempat terbuka yang menyediakan tempat duduk di bagian depan dan juga belakang. Sehingga angin yang berhembus sepoi-sepoi dari sawah dan ladang di sekelilingnya dapat dengan mudah membelai wajah-wajah yang telah kelelahan selama sepekan. Suasana yang begitu damai dan syahdu bersama kepulan asap kopi ditemani orang tercinta, perpaduan yang begitu sempurna untuk berakhir pekan

Kopi dan Buku

Tidak seperti tajuk yang sengaja aku ciptakan ditas. Kopi, buku dan tansu. Mungkin yang ada dalam imajinasi sempurna kalian aku akan menceritakan deretan buku yang ditata rapi kemudian berjajar di warung tansu. Tentu tidak, kalian tidak akan menemukan satu rak buku pun di warung tansu.

Memang tidak ada jajaran buku macam di perpustakaan yang disediakan di warung ini seperti yang kalian bayangkan. Tapi apabila kalian mendatangi setiap meja ke meja, tentu kalian akan menemukan obrolan yang disampaikan seperti diskusi berbagai macam buku menjadi satu disini. Obrolan tentang berbagai macam jenis buku dan perbedaan pandangan setiap kepala. Mulai dari genre fiksi, non fiksi, humor, pemikiran, wacana, self improvement, hingga horror.

Terdapat berbagai macam buku yang akan kalian temukan di setiap kepala manusia yang sedang menghabiskan akhir pekannya di warung tansu ini. Ditemani orang terdekat dengan menu favorit, dibalut suasana sejuk dan berakhir pekan beramai-ramai di tempat legendaris. Sebuah perpaduan yang sangat sempurna bagiku untuk menceritakan esensi buku yang berada di setiap kepala manusia.

Yang ingin aku ceritakan secara mendalam adalah buku-buku yang berada di kepala teman-teman sepermainan ku. Aku sangat bangga berada ditengah mereka. Dengan pengalaman pertemuan-pertemuan mereka dengan banyak buku-buku yang telah ditakdirkan untuk bertemu dengan pembacanya. Setiap akhir pekan mereka akan membagikannya kepadaku di warung ini. Membagikan pengalaman bacaan mereka sama halnya membawa kami mengikuti takdir pertemuan mereka dengan buku-buku tersebut.

Sangat asyik memang, menghabiskan waktu bersama kepala-kepala yang mencintai buku-buku. termasuk berada di lingkungan para pecinta buku. Sehingga setiap tempat yang kita datangi akan membawa kita pada pertemuan dengan buku-buku.

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment