Teruntuk ia yang selalu aku perhatikan
Namun sedikitpun tak pernah
memperhatikanku
Yang selalu aku impikan
Namun sekalipun tak pernah mengimpikanku
dalam hidupnya
Yang selalu aku sayang
Namun tak pernah menyayangiku
Yang selalu aku cinta
Namun nyatanya tidak mencintaiku
Bahkan yang selaku kusebut namanya dalam
doa panjangku
Namun sekalipun tak pernah memanggil
namaku
Selamat tinggal
Maaf, sekarang saatnya aku pergi dan
berhenti
Berhenti dari memperhatikanmu,
memimpikanmu, menyayangimu,
Bahkan berhenti mengingat dan mencintaimu
Aku lelah untuk bertahan
Dalam perihnya penantian semu ini
Sepi, senyap, pupus, musnah
Dan tiada lagi yang diharapkan.
Selamat tinggal
No comments:
Post a Comment