Tuesday, April 18, 2023

Mimpi Buruk

 


Aku ingat, hari ini 18 April itu artinya saatnya aku check-up ke Dokter Orthopedi. Dokter spesialis tulang yang menangani diriku sejak kecelakaan itu menimpaku. Entah apa yang membuat aku berat untuk bertemu dokter itu hari ini. terasa ada hal yang mencegahku untuk datang kepadanya untuk memeriksa perkembangan kesehatanku.

Aku malah merebahkan tubuh. Sambil merasakan ngilu di tulang perut bagian kananku. Aku harus berdamai, aku harus berdamai, akku harus menerima takdir ini, aku harus menikmati rasa sakit ini. berualang-ulang kali aku rapalkan mantra ini. kuulangi lagi, lagi dan lagi sampai sakit yang begitu parah ini tidak aku rasakan lagi.

Aku mengoleskan obat luar yang diberikan dokter itu, kuoleskan perlahan sambil aku pijat sangat lembut. Nyeri itu semakin menjalar kedalam, aku terus mencoba menahannya. Tahan, aku pasti bisa melewati semua rasa sakit ini. aku cukup harus belajar terbiasa saja.

Lalu aku memejamkan mataku sejenak. Dan hilang.

***

Sangat jelas sekali yang aku lihat, itu dirimu. Mungkin kau sangat terkejut sekali melihat kedatanganku disitu. Tapi kau bersikap seperti biasanya, sangat hangat kepadaku. Tubuh tinggi kekarmu merangkul diriku yang mungil ini, aku hanya bisa meraih tangan kirimu dipundakku. Kau membelai rambutku sambil bertanya ringan akan perkembangan perawatan medis ku. Dengan santainya aku menjawab: tenang, semua akan baik-baik saja dan berjalan normal kembali seperti semula, aku hanya butuh waktu. Kau pun mengangguk setuju.

Orang-orang tampak berkumpul, begitu juga aku, kau dan teman-temanmu. Mereka berkumpul pertanda acara segera dimulai. Agak aneh ketika aku melihat dirimu berpisah dari perkumpulan ini. aku hanya sekedar melirik dan bertanya: mengapa kau menjauh dari perkumpulan?

Lalu aku melihat ada perempuan hamil duduk disebelahmu, ia melingkarkan tangannya di lenganmu sambil mengelus perutnya yang tampak sedang mengandung usia 5 bulanan. Kau meliriknya kemudian tersenyum. Lalu kau melihat ke arahku dan menemui air wajahku sudah berubah. Aku sesak, aku sakit, aku ingin berteriak, dan aku ingin pergi saja.

Aku terkaget dan terbangun.

Iya mimpi, itu tadi hanya mimpi. Apa yang aku lihat barusan? Apa yang aku lihat?

Masih samar dan jelas aku lihat bahwa itu dirimu, kau tersenyum dengan perempuan hamil itu. Lalu aku mengumpulkan segenap kesadaran dan melirik ponselku. Pukul 10.55 AM. Artinya aku telat untuk check-up dan aku dapati pesan whatsapp darimu. Pesan beruntun berkali-kali yang menanyakan keadaanku, kau juga sempat menawarkan diri untuk menghantarkan aku chek-up hari ini.

Aku masih terbayang mimpi itu, lalu aku melakukan panggilan telepon kepadamu. Tiga puluh detik, suara di seberang menjawab. Aku hanya ingin memastikan itu dirimu, masih benar dirimu yang milikku.

Sangat ingin aku menceritakan apa yang baru saja aku lihat dalam mimpi itu. Tapi aku mengurungkannya. Lebih memilih menanyakan hal-hal klasik yang sejujurnya tidak ingin aku ketahui. Lalu kau menyuruhku untuk beristirahat saja. Senyap se persekian detik dan aku menyetujuinya. Ada ribuan kata yang hendak aku ceritakan meskipun akhirnya aku memilih untuk diam. Kemudian ku tutup teleponku.

 

 

No comments:

Post a Comment