this is such as a little part of hurt ...
aku dan kamu, bagian-bagian fisika dalam semesta ini. berjalan semakin dalam hingga tersesat dan tak pernah tau jalan pulang. cerita kita mungkin kisah lama. sengaja kita buat karena mungkin memang Tuhan telah menuliskan cerita takdir untuk kita bertemu.
di perkenalan itu, aku terbiasa membawa diriku yang serba berkata ini. sengaja kau buat diriku untuk terus berkata hingga akhirnya terbentuklah bahasa, cerita dan berbagi sejarah diantara kita. kau membuatku semakin dekat, membawaku semakin mengenal dirimu. aku pun tidak pernah menyangsikan hal itu. hingga semakin banyaklah hal-hal yang kau bagikan padaku hingga akhirnya aku terjatuh dalam pelukanmu.
aku ingat di malam dingin itu kau menggenggam tanganku. menciptakan cahaya dan kehangatan, menarikku gelap dalam angan ketika kau membawaku kedalam pelukanmu. semua itu nyata aku rasakan, iya dirimu.
saat di pertengkaran itu, lontaran demi lontaran kau tumpahkan. aku marah, kau pun kecewa. aku ingin pergi tapi aku mencintaimu. tak berharapkah kau di waktu itu, keindahan yang kita ciptakan kembali terulang? romansa antara kita kembali hadir? mungkin kau sudah jenuh, dan lelah. begitupun aku. dimana hari semakin hari perih terasa semakin sesak. waktu mendorong seolah mendesak ku: lepaskan. baiklah, aku menyerah. aku merelakan melepasmu pergi di hari itu. aku masih sangat ingat ketika kau tarik tubuhku dan mencium kening kiriku. mengusap kepalaku, membelai rambutku sebelum kau pergi. aku sangat rela dan melepasmu. aku tersenyum hari itu. meski di langkah pertama kau membalikkan badan aku menitikkan air mata ini.
i hope you'll come back because i still loving you, more and more ...
and a few months later..
aku mendapati dirimu kembali. yaa.. aku masih percaya bahwa cintamu masih ada untukku. aku sangat meyakini bahwa dirimu kembali untukku. aku yakin kau tidak akan mengecewakanku begitupun aku. tapi hari-hari sunyi, waktu terus berjalan dan kau disisiku. tapi aku merasa hampa. tidak ada dirimu dan sikapmu seperti dulu lagi.
kita berbicara, meminta dan bertanya.
jatuh hari dimana kau sakit. aku pun ikut merasakan sakitnya. aku tidak rela kau menderita dan terluka. aku pun menemani dirimu dan selalu ada disampingmu, karena aku percaya bahwa kita masih saling memiliki. percayalah aku mencintaimu.. aku akan ada untuk menggenggam tanganmu. aku tidak ingin kau pergi lagi, biarlah luka dan dendam di masa lalu, kekecewaan itu berangsur pergi sendiri di makan waktu.
hari hari aku lewati demi menanti dirimu, menanti kau kembali pulih dan memberikan senyum termanis yang pernah aku miliki. waktu demi waktu aku biarkan berlalu demi menanti dirimu membuka mata. hanya pelipis dan dahi kokoh itu yang selalu aku nanti untuk bergerak. mata tajammu yang selalu aku nantikan untuk terbuka, juga hidung mancungmu yang selalu aku inginkan untuk ku sentuh.
kaulah cinta dan anugerah indah yang pernah aku miliki.
sampai hari dimana kau membuka mata, aku melihatmu tersenyum karena ada aku disampingmu. aku pun menyodorkan tubuh untuk kau peluk. ya... aku bahagia, sangat bahagia melihat kau kembali pulih, aku bahagia ada dalam pelukanmu, didekapmu. aku ingin menciummu, aku sangat merindukanmu, aku tidak ingin jauh darimu.
cinta terasa sangat nyata kita miliki
meskipun sejatinya tidak ada yang abadi di dunia ini. juga kebahagiaan.
aku bahagia kau kembali di sisiku, aku bahagia memiliki dirimu. kubiarkan saja tubuh ini didekapmu. ku biarkan dirimu bebas membawaku kemana kau mau, karena yang aku tau: aku mencitaimu dan bagiku itu saja sudah cukup.
dimana hari itu sangat indah melebihi hari lainnya. di rumah, kita menjalani hari sebagai pasangan normal pada umumnya. beraktifitas seperti halnya kau adalah raja dan aku ratunya. hari itu penuh canda tawa. sampai pada aku menemukan slip belanjaan yang bagiku memalukan apabila dilihat oleh seorang laki-laki. kau pun curiga dan sangat penasaran untuk melihatnya. aku pun menyembunyikannya dengan kedua tangan di belakang tubuhku. kau pun memaksa untuk merebutnya dariku dengan merapatkan tubuhmu lalu meraih kedua tanganku di belakang. sangat dekat hingga hanya ada jarak napas antara kita. ini sangat sensasional untuk reaksi tubuhku. aku pun tetap berusaha mempertahankan apa yang aku sembunyikan di tanganku. kau berusaha memaksanya lagi, lagi dan lagi.. hingga akhirnya aku memaksa keluar dari dekapanmu kemudian menyobek kertas itu. seketika saja kita tertawa terbahak-bahak.
lalu kau merapatkan tubuhmu ke tubuhku, mendekap diriku erat dan melingkarkan tanganmu ke perutku. kau menyentuh dan membelai. astagaa.. aku tidak bisa tidak menikmati sentuhanmu. terpecahlah keinginan diantara kita. kau membelai tubuhku mesra, membelai setiap inci leher dan rambutku. kita bertemu tatap, matamu dan mataku saling mengingkan dan percaya. baiklah, bibir itu mulai mengulum lembut memburu bibir ini, menyesap mesra dan manja hingga aku tertawa. aku tak ingin hilang, sampai aku tersadar bahwa kita membiarkan pintu rumah terbuka. kubiarkan dua bibir ini saling menikmati kerinduannya, menumpahkan kecintaanya. tangan kokoh mu menyusur leher ini, berjalan masuk dibalik kain menjelajah punggungku, tanganku berusaha mengendalikan dan mengusap rambut, tengkuk, hingga lehermu. dan kutemukan rahang kirimu lalu kubisikkan disana. suasana semakin berhasrat dan kau menarik tubuhku semakin rapat kemudian menjatuhkanku diatas tempat tidur.
aku membiarkan diriku menyerah dengan apa yang kau inginkan selanjutnya, karena akupun menikmatinya. kau menyusuri tubuhku dan berada diatasku, menumpu dengan dua kaki dan aku berada diantaranya. tangan kokoh itu mengusap kepalaku, kembali bibir lembut itu menyusuri bibirku. bermain dengan manja dan aku suka. aku suka adegan penuh cinta ini. kau cumbu diriku dengan menggenggam kedua tanganku. jantungku semakin berdegup dan ingin berlarian. ketika kau dorongkan tubuhmu semakin merapat ke tubuhku. mereka menyatu, hanya terhalang beberapa helai kain. kau memainkannya, menggoyangkannya diatas tubuh ini sementara bibir memburu mengulum mencium hingga napasku terengah-engah. ah indahnyaa percintaan ini.
kemudian kau membaringkan tubuh disampingku, kita berhadapan dan saling memburu, ciuman panas lagi dan lagi. napasku terengah-engah, meminta ampun akan panasnya cumbuanmu. aku beranjak naik ke tubuhmu, ya.. kudapati dirimu terperangkap olehku. aku melihat dari atas dahi kokoh itu dibawahku, dan kau tak kuasa menahan lalu membalikkan lagi tubuh ini. hingga kedua aku dan dirimu mencapai puncak kenikmatan, dan aku hanyut lelap dalam pelukanmu.
ponsel itu berdering, suara notifikasi standar tanda sebuah pesan masuk.
aku tidak menanyakan padamu, karena aku sudah habis dengan kenyamanan ini. kita saling mencintai dan memiliki sekarang. kemudian kau sibuk dengan ponsel. hingga aku bertanya pesan dari siapa, aku tau itu pesan dari pacarmu. dirimu mengatakan padaku, pesan itu adalah pacarmu. oh saja jawabku.
lalu aku beranjak dari tempat tidur ke ruang kerja, menyelesaikan beberapa berkas yang ditunggu hari ini, sempat tertunda akibat percintaan panas tadi. aku meninggalkan dirimu dibalik selimut itu. kubiarkan saja kau lanjut dengan pesan di ponsel itu.
fokusku mulai terbagi, menyelesaikan pekerjaan dan mengingat apa yang barusan terjadi antara kita. pikiranku melayang dan mengamuk. memaksa ribuan kata dan pertanyaan keluar dari mulut. hasratku menangis, tubuhku terbakar. apa yang terjadi barusan?
aku pikir kita saling cinta
aku pikir kita saling memiliki
aku pikir kita adalah pasangan
persetan!
what the fuck them all!!
kurapikan semua berkas dengan sisa perasaan dan pikiranku yang kacau. aku marah, tapi aku tidak bisa. aku terlalu menyayangimu dan tubuhku menolak untuk itu.
satu jam berlalu. aku mendatangi tempat tidurmu. melihatmu tertidur, sangat damai bagiku dan aku tidak sadar air mata hangat meleleh di pipiku. aku menyentuh pipimu dan kau terbangun membuka mata.
kenapa? tanyamu. atas semua yang terjadi masih kau tanya kenapa. kau memberitahuku bahwa hubungan dengan dia sudah lama sejak perpisahan itu. rasa sayangku terlalu besar untuk marah. aku pikir kau kembali untukku meski nyatanya tidak. lalu semua yang terjadi antara kita tidak ada gunanya dan sia-sia. tidak ada, tidak ada cinta. dan kau, bukan miliku selamanya. SELAMANYA
-----THE END-----

No comments:
Post a Comment