Wednesday, October 16, 2019

BOLEHKAH AKU BERKARYA TUHAN??

Dinding ini semakin sempit saja menghimpitku?
Semakin tinggi saja untuk dapat aku panjat
kenapa aku tak dapat bergerak?
kenapa tempat ini lebih buruk dari penjara?
bahkan yang dipenjara pun masih dapat menciptakan karya monumentalnya.

Mengapa semua orang pergi meninggalkanku?
aku tak dapat bernapas lagi.
bergerak.
melangkah sedikit pun aq tak mampu.

Siapa tempat ku meminta pertolongan?
seulur tali bahkan tak ada yang datang menghampiriku


HALO...

HAI...

tidak ada seorang pun yang menjawab
apalagi datang.
menghampiriku memberi ku pertolongan.
tak ada yang datang.
aku diam.
menunggu.
sunyi.
aku sendiri
benar-benar sendiri.

satu kata mulai ku tulis.
hanya berbekal asa dapat disantap massa.
dua kata.
tiga kata.
menjadi satu kalimat.

dari kalimat-kalimat itu kususun menjadi sebuah paragraf.
masih rumpang, belum terlalu sarat akan makna.
tapi aku tetap mencoba.

Aku tahu, hal ini tidak akan sia-sia
semua kutulis dengan rapi diatas tembok yang kusam ini.
kubuat lukisan, relief, aksara, simbol..
Tak ada siapa
Tak mengapa.

Ahh...!!!
Aku ingin menghancurkan pembatas ini.
aku tak kuasa menahan jiwa yang bergelora mengajak memberontak.
satu hal yang paling aku benci di dunia ini.
yaitu keterbatasan,
ruangan yang menghalangi aspirasi ku
kabut gelap yang menutupi eksistensi ku.

lenyaplahhh!
pergilah!
lenyap sudah.
Dunia akan disambut dengan torehan sejarah yang aku buat.
melalui aksara relief yang terpahat.
yang terlukis,
tertulis, mulai lusuhnya tembok ini,
kosong, sunyi,
Dunia akan melihatnya.
dunia sambut aku dari terbit terangmu,
cakrawala akan tertawa terbuka,
menyambut sejuta karyaku disana..

No comments:

Post a Comment